Minggu, 10 Maret 2013

DIA

Disaat aku dan kamu menjadi kita
Mengapa ada dia di dalam hatiku?

Dia
Sosok yang sangat kuinginkan
Dia
Sosok yang sangat kubanggakan
Dia
Sosok yang selalu menjadi obat luka di hati ini
Tanganya
Selalu menghapus airmataku
Yang karna mu
Dadanya
Selalu terbuka saat ku goyah
Yang karna mu

Hati ini sudah terbagi
Menjadi milikmu dan miliknya
Milikmu orang yang kucintai
Milik Dia yang mencintaiku

Aku berharap engkau segera dating
Dan tersadar
Bahwa nantinya
Hatiku dapat dimiliki seutuhnya
Oleh DIA

KAU PEMENANGNYA

Dirimu tidaklah istimewa
Ataupun sempurna
Bukan dirimulah yang kuinginkan
Tapi dia.
Tetapi mengapa cintaku
Berpihak padamu?
Bukan padanya?
Bibirku berkata
“aku menginginkan dia”
Tetapi hatiku membantah
Bahwa aku lebih menginginkan Mu
Ini semua bukanlah salahku
Diriku jelas
Pergi menjauh dari Mu
Membantah semua kenyataan yang ada
Tetapi mengapa lagi-lagi
Waktu dan keadaan berpihak padamu?
Mungkin kau menang
Atas hatiku
Mungkin kau menang
Atas cintaku
Mungkin kau menang
Atas Dirinya
………………………………………….

HELP


Tolong,,,,

Jangan kamu minta
Aku berhenti
Membubuhkan rindu
Kamu tau
Begitulah caraku
Membakukan
Rasaku
………….


Sekalipun
luka
telah ku cabut
tetap saja
membekas dalam disini
didadaku
yang masih selalu bergetar
tiap aku mengingatmu
……………..


Aku tak perduli
Apakah ini cinta
Atau bukan ?

Aku hanya ingin
Menikmati luka
Bahagia ini

Merangkumnya
Dalam keindahan
Inci demi inci
…………….

KAMU


Semua pagi,
Yang kusyukuri
karena
masih  bisa bangun
di sisimu

Semua siang,
Yang kuhabiskan
dengan
merindukanmu

juga malam-malam
yang ku tutup
dengan doa
memohon kebahagian mu

………………….


Aku mohon,,,,,
Ikutkan aku
dalam setiap
hembusan nafas
bahagiamu.

Juga sertakan aku
disetiap
ratap lirih sakitmu

Jumat, 08 Februari 2013

MENUNGGU DAN SETERUSNYA

Diantara hujan dan kata bosan
Dalam bingkai cerah langit
Hujan tetap berjatuhan
Di belenggu janji
Yang belum terpenuhi
Aku menanti kamu

     Tersungkur ku dari lamun
     Jemu menancap gelisah
     Di kantong mata tanpa ampun!

Dan terus ku pilih waktu yang merayap lambat
Apakah aku ada di sana?
Dinomor urut pertama
Sebagai orang yang kamu nantikan

KENANGAN ITU

Tanpa di tulis pun,
     kenangan itu tetap serupa buku
Lembar demi lembarmya
     selalu terbuka tiap kali kita mengingatnya.
     Iya kita.
Kenangan itu ibarat cermin
     Dari bening dan buramnya
     Dari utuh dan retaknya kita berkaca.
     Iya kita
Jika kenangan kita adalah memar senja
     Dititik itulah kita mengingatnya.
     Iya kita.
Jika kenangan kita adalah pelangi senja
     Maka ditempat kita berdiri sekarang
     Aku yakin kita berbahagia.
     Iya kita.
Kenangan yang membawa dan menuntun kita
     Kemasa berikutnya,
     Sebagai kita yang dilanggengkan dan bersama
     Disaat sekarang atau sebaliknya

NOTASI

Pada akhirnya
     Perjalanan panjang yang
     bisa memahamkan di posisi
     mana arti hidupku
     Sekedar rumahatau senyata
     emas
Jatuh cinta pada pandangan
     pertama itu mungkin terjadi
Tetapi,
     sekali lagi waktu juga yang akan menguji
     Tak butuh menjadi siapa
     atau apa aku di matamu
Ketika cinta jatuh telak di hatimu
     aku adalah aku tanpa awalan
     atau akhiran
 Dan kamu adalah kamu
     Tanpa notasi berurutan di hatiku