Jumat, 08 Februari 2013

MENUNGGU DAN SETERUSNYA

Diantara hujan dan kata bosan
Dalam bingkai cerah langit
Hujan tetap berjatuhan
Di belenggu janji
Yang belum terpenuhi
Aku menanti kamu

     Tersungkur ku dari lamun
     Jemu menancap gelisah
     Di kantong mata tanpa ampun!

Dan terus ku pilih waktu yang merayap lambat
Apakah aku ada di sana?
Dinomor urut pertama
Sebagai orang yang kamu nantikan

KENANGAN ITU

Tanpa di tulis pun,
     kenangan itu tetap serupa buku
Lembar demi lembarmya
     selalu terbuka tiap kali kita mengingatnya.
     Iya kita.
Kenangan itu ibarat cermin
     Dari bening dan buramnya
     Dari utuh dan retaknya kita berkaca.
     Iya kita
Jika kenangan kita adalah memar senja
     Dititik itulah kita mengingatnya.
     Iya kita.
Jika kenangan kita adalah pelangi senja
     Maka ditempat kita berdiri sekarang
     Aku yakin kita berbahagia.
     Iya kita.
Kenangan yang membawa dan menuntun kita
     Kemasa berikutnya,
     Sebagai kita yang dilanggengkan dan bersama
     Disaat sekarang atau sebaliknya

NOTASI

Pada akhirnya
     Perjalanan panjang yang
     bisa memahamkan di posisi
     mana arti hidupku
     Sekedar rumahatau senyata
     emas
Jatuh cinta pada pandangan
     pertama itu mungkin terjadi
Tetapi,
     sekali lagi waktu juga yang akan menguji
     Tak butuh menjadi siapa
     atau apa aku di matamu
Ketika cinta jatuh telak di hatimu
     aku adalah aku tanpa awalan
     atau akhiran
 Dan kamu adalah kamu
     Tanpa notasi berurutan di hatiku